News & Media

Cloud Computing: How it can help your business?

Di tahun 2021 ini, Ekonomi digital sudah bukan menjadi suatu hal yang asing bagi kita. Dengan adanya ekonomi digital membuat kegiatan perekonomian menjadi otomatis dan praktis karena memanfaatkan bantuan internet. Di Indonesia, ekonomi digital juga mempengaruhi banyak sektor industri, salah satunya

Pemerintah melihat ekonomi digital sebagai suatu peluang yang perlu dimanfaatkan dengan baik. Menko Perekonomian, Bapak Airlangga Hartarto, dalam Kominfo.go.id menyatakan bahwa peluang ekonomi digital Indonesia masih terbuka lebar, karena didukung total penduduk yang besar, yang sebagian besar berada di usia produktif. Pemerintah terus berupaya melakukan percepatan pengembangan ekosistem ekonomi digital dari hulu ke hilir. Dimana salah satu yang menjadi pilar pendukung dalam ekonomi digital yaitu melalui cloud computing.

Cloud Computing

Cloud computing merupakan teknologi yang memungkinkan kita untuk memanfaatkan internet sebagai tempat mengelola data dan aplikasi yang kita punya. Cloud computing yang awalnya teknologi yang “nice to have” sekarang sudah berubah menjadi suatu kebutuhan karena banyaknya manfaat yang diberikan seperti dari sisi produktifitas, efisiensi, dan cost saving. Teknologi cloud computing seperti cloud storage (Google drive, Dropbox, dan lainnya) bahkan sudah menjadi salah satu teknologi yang biasa kita gunakan dalam pekerjaan sehari-hari.

Salah satu industri yang gencar menerapkan cloud computing di era pandemi adalah industri finansial. Beberapa diantaranya seperti Bank Banten (memanfaatkan Amazon Web Services) dan Bank Neo Commerce (memanfaatkan Tencent Cloud). Selain itu, beberapa juga memanfaatkan cloud computing untuk membangun ataupun mendukung aplikasi digital yang mereka punya, seperti yang dilakukan oleh MNC Bank (MotionBanking) dan Astra Financial (Moxa). Tidak hanya finansial saja, industri lain seperti pembangunan dan infrakstruktur juga mulai mengimplementasikan cloud computing. Contohnya Sinar Mas Land yang bekerja sama dengan G42 (perusahaan cloud computing dari Abu Dhabi) untuk pengembangan smart city di BSD City serta pengadaan data center sebesar 1000MW melalui salah satu pilar usahanya yaitu SmartFren.

December 2021 Monthly Newsletter

What Xapiens can Do?

Xapiens melihat perkembangan dari ekonomi digital dan cloud computing sebagai suatu opportunity. Bukan hanya opportunity dari segi market, namun juga segi teknologi cloud computing yang di-deliver ke klien. Dengan adanya perkembangan ini, semakin membuka peluang munculnya teknologi baru terutama dari cloud computing yang dapat memberikan manfaat lebih ataupun manfaat lain diluar dari apa yang digunakan sekarang.

Xapiens memiliki pillar di perusahaan yang dapat membantu perusahaan / klien dalam men-deliver cloud services. Xapiens memiliki capabilities yang terbagi 3 jenis kategori cloud services yaitu SaaS (software as a Services), PaaS (Platform as a Services), dan IaaS (Infrastructure as a Services). Yang mana SaaS diperuntukan untuk end user, PaaS untuk developer, dan IaaS untuk infrastructure architect. Xapiens juga menggunakan tools, diantaranya seperti Microsoft O365, Sharepoint, Power Automate, dan UIPath dalam implementasi cloud services.

Xapiens senantiasa berinovasi dan mengembangkan cloud services yang dimiliki dan juga melakukan kerjasama stratejik dengan partner-partner cloud kami. Tujuannya, agar kami dapat memberikan layanan yang lebih baik dan kompetitif di pasaran untuk klien. Sekarang pertanyaannya adalah apa yang bisa kami bantu untuk usaha anda?

Source:

https://www.kominfo.go.id/content/detail/38311/sinergi-lintas-sektor-untuk-akselerasi-transformasi-digital-yang-inovatif/0/berita
https://www.kominfo.go.id/content/detail/38191/siaran-pers-no-403hmkominfo112021-tentang-perkuat-ekosistem-ekonomi-digital-presiden-siapkan-kebutuhan-sdm-digital/0/siaran_pers
https://www.cnbcindonesia.com/market/20211021193937-17-285663/perang-sengit-alibaba-vs-amazon-di-bank-digital-ri-panas/3
https://industri.kontan.co.id/news/sinar-mas-teken-mou-dengan-perusahaan-uea-bangun-pusat-data-terbesar-di-indonesia