January 9, 2026
Cyber Defense Center: Next Generation SOC, masa depan keamanan siber perusahaan
Di tengah dinamisnya dunia keamanan siber, disertai dengan semakin beragam dan kompleksnya ancaman siber, kebutuhan akan pertahanan siber yang kuat menjadi penting. Semakin hari, tidak cukup mengandalkan keamanan siber pasif, pendekatan lebih adaptif dan proaktif menjadi hal yang perlu dipelajari dan diterapkan dalam perusahaan. cyber defence center menjadi salah satu alternatif dalam menjawab hal ini. Apa itu cyber defence center dan bagaimana manfaatnya untuk keamanan perusahaan, kita gali lebih jauh bersama dengan Wahyu Eko Putro, Cyber Security Expert dan Solution Architect Xapiens yang memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun di dunia cyber security. Apa itu CDC dalam konteks cyber security? CDC itu kependekan dari Cyber Defence Center. Sederhananya, CDC bisa dibilang beyond SOC atau next generation of SOC. Kalau di SOC (Security Operation Center), biasanya fokusnya adalah tim yang dari sisi people, process, dan technology melakukan monitoring atau security surveillance terhadap aset-aset di dalam organisasi. Nah, CDC membawa konsep itu satu langkah lebih maju. Bukan hanya memonitor, tetapi juga benar-benar membangun kemampuan pertahanan siber yang lebih menyeluruh, adaptif, dan siap menghadapi ancaman generasi terbaru. Kenapa CDC dikatakan Next Generation-nya SOC? Di beberapa user atau klien, SOC sering dianggap terlalu pasif. Perannya hanya memonitor, lalu ketika ada serangan mereka sebatas memberikan rekomendasi. Di atas kertas terlihat bagus, tapi di lapangan sering kali justru di situ masalah muncul, apalagi ketika muncul serangan baru dengan model ancaman yang belum pernah terlihat sebelumnya. CDC tidak berhenti di passive monitoring. Di dalam CDC ada aktivitas yang sifatnya proaktif, seperti threat hunting. Yang biasanya hanya ada di level L3 (Layer ketiga), di CDC ditarik turun supaya bisa dijalankan sejak L1 (layer pertama). Artinya, tim CDC yang bekerja 24/7 bukan hanya melakukan monitoring dan analisis, tapi juga aktif melakukan threat hunting. Jadi, ketika kita melakukan monitoring, di saat yang sama kita juga melakukan threat hunting untuk mencari celah dan memastikan serangan tidak hanya “terdeteksi”, tapi juga bisa direspons dengan cepat. Kenapa CDC ini menjadi penting untuk diterapkan, terutama untuk perusahaan di Indonesia? Kalau melihat pengalaman di lapangan, banyak organisasi yang sudah investasi besar, dari puluhan hingga ratusan juta, untuk membangun SOC: mulai dari tim, teknologi, sampai SOP dan prosesnya. Tapi pada praktiknya, SOC mereka terasa tidak bekerja optimal. Masih ada serangan yang lolos atau tidak terbaca. Biasanya masalahnya bukan sekadar teknologinya kurang mahal atau kurang canggih atau tim-nya kurang kompeten, melainkan ada celah di sistem dan pendekatan yang digunakan. Di sinilah CDC dan konsep threat hunting menjadi penting. Salah satu tugas CDC adalah melakukan proactive dan adaptive monitoring, bukan hanya terhadap ancaman, tetapi juga terhadap kelemahan di sistem SOC itu sendiri. Bagaimana dengan Implementasinya? Apakah sulit, mudah, atau praktis? Di Xapiens, semangat kami adalah tidak ingin merepotkan organisasi atau klien. Jadi dari sisi implementasi, sebanyak mungkin hal yang bisa kami bantu, akan kami bantu dari awal sampai akhir. Bukan hanya soal sizing di awal, tapi juga termasuk assessment. Peran klien lebih ke memberikan approval dan kepercayaan kepada kami untuk menjalankan CDC, kemudian menerima hasil assessment dan rekomendasi yang kami susun. Prosesnya mirip seperti audit/assessment: 1. Kami melakukan assessment untuk memahami kondisi existing. 2. Kami berikan hasilnya beserta rekomendasi: CDC seperti apa yang ideal diterapkan, dan kalau tidak diterapkan, risikonya seperti apa. Kami paham, banyak perusahaan yang bahkan belum pernah punya SOC sama sekali. Di posisi seperti ini, mereka biasanya bingung harus mulai dari mana. Karena itu, tim kami sudah menyiapkan framework dan roadmap yang jelas berdasarkan hasil assessment seperti step-by-step apa saja yang perlu dilakukan dan roadmap implementasi yang bisa diikuti oleh perusahaan. Apa yang menjadi kelebihan lain dari CDC yang Xapiens berikan dalam mendukung keamanan siber klien? Kelebihan Xapiens adalah kami bukan hanya perusahaan cyber security, tapi juga perusahaan teknologi. Artinya, kami tidak berdiri sendiri. Di Xapiens ada berbagai solusi dan tim lain seperti: · ERP, · ToC dan NoC, · solusi database, · hingga tim aplikasi. Semua itu saling berhubungan. Tim Cyber Security dan CDC Xapiens menggandeng tim-tim tersebut, karena kami paham bahwa di dalam organisasi, aset yang perlu dimonitor dan dijaga itu tidak hanya sisi keamanan, tapi juga infrastruktur, database, hingga aplikasi. Prinsip kami cyber security tidak boleh eksklusif, tetapi inklusif. CDC bukan hanya bicara tools security, tapi juga harus memahami database, infrastruktur, dan aplikasi. Dengan pendekatan ini, CDC menjadi gabungan dari berbagai solusi Xapiens yang bersama-sama membangun defense system yang benar-benar mumpuni, Pesan apa yang Bapak ingin sampaikan ke para pembaca? Kalau boleh saya tutup dengan meminjam kata-kata Warren Buffett: “Butuh 20 tahun untuk membangun reputasi dan lima menit untuk menghancurkannya.” Di era digital sekarang, lima menit itu bahkan sudah keburu timeout, mungkin bahkan sebelum segelas kopi kita habis. Di situlah Cyber Defence Center hadir agar yang ter-“disconnect” itu bukan bisnis kita, tapi: kerentanan di sisi kita, ancaman yang mencoba masuk, dan serangan yang ingin menjatuhkan reputasi perusahaan.